5 Masalah Keuangan Yang Sering Dihadapi Generasi Milenial Kota Besar

masalah keuangan generasi milenial

Banyak orang beranggapan bahwa mereka para generasi milenial khususnya yang tinggal di kota-kota besar memiliki tingkat literasi digital yang cukup baik. Tetapi bila berbicara masalah keuangan atau finansial tampaknya masih minim yang memahaminya. Hal inni juga diperkuat oleh survey yang dilakukan sebuah perusahaan yang ada di Amerika Serikat tentang bagaimana mereka berdiskusi mengenai keuangan atau finansial dengan pasangannya. Hasil yang didapat adalah, mereka membutuhkan waktu 6 bulan bahkan hingga 1 tahun untuk membicarakan masalah keuangan finansial dengan pasangannya baik itu seputar hutang, kredit, tabungan, maupun investasi.

Tentunya hal ini berbanding terbalik dengan beberapa generasi sebelumnya. Padahal kita mengetahui bahwa tantangan yang dihadapi generasi milenial lebih sulut dan rumit terhadap masalah keuangan dan juga finansial. Berikut merupakan beberapa masalah yang sering mereka hadapi.

Masalah Keuangan Yang Sering Dihadapi Generasi Milenial

1. Pengetahuan finansial yang minim

Salah satu masalah paling utama mengapa generasi milenial masih relatif rendah dalam literasi keuangan adalah kurangnya kesadaran untuk mengetahui bagaimana cara mengelola keuangan secara pribadi. Walaupun sudah banyak beredar dimedia-media yang membahas masalah mengenai finansial. Tetapi mereka tetap kurang dalam pengetahuan mengenai masalah finansial karena ketertarikan terhadap finansial itu sendiri masih minim.

Dengan semakin berkembangnya sektor finansial. Generasi milenial sebenarnya akan semakin memiliki banyak pilihan untuk memermudah pengelolaan keuangan mereka. Oleh karena itu, jika yang mereka ketahui hanya mengenai tabungan, deposito, atau kartu kredit. Maka kedepannya dapat dipastikan mereka akan tertinggal dalam perkembangan duni finansial.

Sebagai generasi milenial, selain mengikuti tren fashion dan teknologi, kamu juga harus selalu aware dengan tren finansial. Jika kamu suka membuka media sosial kamu bisa menfollow akun-akun yang membahas seputar finansial agar kamu tetap mendapatkan informasi keuangan dan terhindar dari masalah-masalah finansial yang ada.

2. Memiliki banyak hutang

Bagi sebagian orang kartu kredit bisa menjadi suatu alat pembayaran yang sangat memudahkan dalam melakukan transaksi finansial. Tak terkecuali para generasi milenial. Padahal memiliki kartu kredit berarti kamu menempatkan posisi dengan resiko terlilit hutang. akan tetapi para generasi milenial sangat menyukai penggunaan kartu kredit ini sebagai alat pembayaran yang praktis

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan para pengguna kartu kredit adalah mereka menganggap bahwa kartu kredit bisa menjadi sarana untuk mendapatkan uang tambahan untuk melakukan transaksi. Yang mungkin tidak mereka sadari adalah besarnya bungan dengan denda apabila terlambat membayar tagihan kartu kredit. Sebaiknya porsi hutang atau cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan bulanan agar aliran keuangan kamu tidak terganggu dan bisa membayar hutang tepat waktu.

Jadi, untuk mengurangi berbagai permasalahan keuangan kaum milenial. Kamu harus lebih bijak lagi dalam penggunaan kartu kredit dan sebisa mungkin mengurangi hutang-hutang lainnya juga.

3. Tekanan gaya hidup

Sesuai hukum Newton, Semakin banyak gaya maka beban yang diterima juga semakin berat. Adanya tekanan gaya hidup sebenarnya sering menimbulkan banyak problematika bagi kaum milenial saat ini. terutama mereka yang tinggal di  kota-kota besar. Untuk itu kita harus tau mana kebutuhan dan mana keinginan agar tidak terjebak dalam gaya kehidupan yang konsumtif.

Kaum milenial yang sering mengeluh tidak punya uang padahal setiap bulan menerima gaji perusahaan bisa saja mereka memiliki gaya hidup yang tinggi. Hal ini pastinya bukan karena gaji atau pendapatan yang rendah. Seringkali kenaikan pendapatan diiringi dengan kenaikan pengeluaran gaya hidup yang menyebabkan kondisi selalu kekurangan.

4. Inflasi

Hal yang satu ini harus mendapatkan perhatian lebih dari generasi milenial. Tanpa disadari permasalahan keuangan yang satu ini akan sangat berdampak pada keuangan mereka. Dengan adanya inflasi yang membuat kenaikan harga barang sekitar 4% pertahunnya. Maka, akan berdampak pada menurunnya daya beli generasi milenial itu sendiri yang menaruh uangnya di tabungan yang  hanya memiliki bunga 2% pertahunnya. Untuk itu, rencanakan lah keuangan terbaik kamu mulai sekarang. salah satunya adalah dengan berinvestasi. Agar saat adanya inflasi tidak mempengaruhi kondisi keuanganmu.

5. Konsumtif terhadap experience

Bila generasi terdahulu memiliki kebiasaan lebih kepada membeli suatu barang atau berinvestasi pada barang yang tak bergerak. Berbeda dengan generasi milenial saat ini, dimana mereka lebih mementingkan suatu experience dibandingkan dua hal diatas. Contohnya, banyak sekali anak mudah yang suka travelling, gonta ganti hp bahkan kendaraan. Sedangkan tabungan yang mereka miliki sangat minim. Dan mereka berdalih barang-barang yang mereka miliki saat ini juga merupakan investasi.

Dengan gaya hidup seperti ini. Experience menjadi sesuatu yang lebih berharga dibandingkan menabung atau berinvestasi. Minset seperti ini perlu diperbaiki karena mereka sebaiknya mulai memikirkan masa depan mereka dengan cara berinvestasi sesuatu yang memiliki nilai jual dimasa mendatang.

Kesimpulan

Bukan tidak mungkin permasalahan keuangan yang sering kaum milenial sekarang hadapi akan memberikan efek buruk yang berkepanjangan kedepannya. Karena itu, pergunakanlah dana yang kamu miliki saat ini sebaik-baiknya dengan bijak dengan cara berinvestasi.

Nah, itu dia masalah-masalah keuangan yang sering dihadapi generasi milenial saat ini. Semoga dengan artikel ini bisa menambah wawasan kita semua terutama pada bidang finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.